This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Juli 2018

EXPLORE BALI : 4 Hari 3 Malam

PART 1

Haloooo kembali lagi sama gue. Kali ini gue bakal share pengalaman gue ketika vacation ke Bali. Masih anget nih. Baru kemarin, tanggl 14-17 Juli 2018 gue pergi ke Bali. Mau diceritain ga kronologi gue sampe kepikiran buat ke Bali? Ga usah lah ya, to the point aja. Sebelumnya sorry kalau ada kata-kata atau kalimat yang salah. Entah salah di EYD atau sintaksis. Pokoknya gue nulis gini intinya santai aja yang penting paham. Kalau ga paham? Email ke gue. Haha

Gue inget banget kalau tahun ini belum piknik ke temoat yang (lumayan jauh), biasanya piknik tipis-tipis. Gue scroll tuh Instagram. Nemu deh beberapa tour and travel. Gue saring lagi. Eh nemu yang bagus. IG nya @saviortravel.id dulu sih namanya @airasia.promo tapi karena ke hack jadinya ganti akun. kepoin aja nih https://www.tokopedia.com/saviortravel . But, itu sama kok owner akunnya. Ga hoax. Kurang lebih gue pantau tuh 2,5 bulan sebelumnya. Maklumnya sobat mizqyn cari promo. Eh muncul deh promo Solo – Bali Rp 950.000,- PP dengan hotel selama 4 hari 3 malam. Pesawatnya Air Asia hotelnya di Kiki Residence Bali. Syaratnya apa aja?
  • Minimal 3 orang kalo ga salah
  • Tidak termasuk transport bandara-hotel
  • Wisata
  • Sarapan
  • Dll
  • Kepoin aja IG nya

Yaudah gue mulai prospek orang-orang buat jadi partner travelling. Ribet? Banget. Gapapa demi liburan. Lancar kak? Enggalah. Semua jalan ga selalu mulus. Banyak masalah muncul. Mulai dari jadwal bentrok, kurang orang, terlalu mahal, dll, dsb, dst. Sampai akhirnya dapat orang. Gue tambah kaget lagi. Setelah lebaran harga naik menjadi Rp 1.100.000,- di tanggal yang kita pilih. Mau gimana ya, tetep aja lanjut. Naik juga dikit doing. H-1 mau bayar ke tour n travel ternyata ada final call promo yang PP doang cuma 550, kalau sama hotel jadi 850. Gilak muurah banget tuh kan. Tapi start tanggal 16 juli. Mulai berundinglah kami terkait bentrok jadwal. Setelah fix, mau bayar. Promo udah habis.
Gue kurang beruntung.

Mau gimana lagi? Tetep aja di plan awal. Lanjut langsung ke hari H ya…
Flight dari SOC ke DPS jadwalnya cuma sekali. Jam 12 siang. Sempet dimarahin ama crew Air Asia hahaha karna gue mepet waktu boarding pas. Padahal masih setengah jam. Mepet juga sih ya. Wkwkw maklum macet. Gue dari rumah ke bandara naik grabcar. Kena Rp 56.000,-
Pesawat nyaman kak? Banget. Entah kenapa gue lebih suka AA daripada singa terbang. Bukan haters lho gue. Opini aja, jangan dihujat. Penerbangan menempuh waktu kurang lebih sejam.

memantau keberadaanmu, pesawatku.

Gate 1 untuk SOC-DPS

lucky me

ga jelas.





Sampai Bali.

wajib ga sih foto di sini?
Turun di Ngurah Rai, proses ambil koper. Jalan keluar. Mau kemana? Nah ini wajib banget kudu dipahami sama traveler baru yang landing di tempat baru. Gue sama team mikir mau naik apa buat ke hotel. Kalau Taksi hmmm bentaran deh, masih takut sama harganya. Naik bis bandara, gatau dari mana naiknya. Akhirnya kami memutuskan naik grab. But the problem is, dari mana naiknya. Tau sendiri kalau order di dalem bandara ga mungkin di acc sama driver grab. Di sini peribahasa “Malu Bertanya Sesat di Jalan” benar-benar diperlukan. Jangan ragu buat nanya orang. Kita diarahin untuk keluar bandara dari kedatangan domestik ke kedatangan internasional. Jauh? Banget. Bukan hanya sampai di situ saja. Kita masih jalan ke arah parkiran karyawan bandara terus masuk gang di kompleks rumah. Sampai nemuin kafe Vape in Bali kalau ga salah namanya baru kita bisa order grab. Kena  Rp 27.000,-


Kiki Residence Bali

Sampai hotel sekitar jam 15.30 WITA. Hotelnya nyaman banget. Kolam renang ada, AC, Kulkas, air hangat, LED TV. lemari. Kalau mau cari makan di depan hotel juga banyak buanget. Di antaranya Geprek Bensu, Geprak Nori, Kakkkkk Ayam, masakan jawa, bali, internasional juga ada. Kalau pagi hari banyak banget yang jual nasi jenggo di sini. Jadi sobat mizqyn ga perlu bingung kalau soal makan. Gue nyobain grepek bensu. Meskipun di Solo ada tapi gue belum sempet coba yaudah cobanya di sini aja haha. Geprek bensu original Rp 15.000,- + Es teh Rp 5.000 + PPN 10% (totalnya Rp 22.000,-)



dapet mainan, beli di pasar sukawati wkwkwk engga, ini kucing beneran.

lagi mau mancing, mancing perkara.

bersih kok toiletnya, bisa air anget. 

bodo amat

Receptionist

mau renang? boleh....

*maaf ya berantakan, maklum baru sampai☺


5 cabe tapi pedes, kek mulutmu.


Hotelnya nyaman sih menurut gue, Cuma sayang ga semua channel tv ada, waktu itu ada Piala Dunia otomatis gue ga bisa lihat karena gaada channelnya. But gaada masalah karena di Bali banyak tempat nobar. Wifi juga kenceng, mau renang juga bisa.

Setelah itu… tepar…. 

Mau ke Kuta tak memungkinkan karena sudah mepet waktu lihat sunset. Gue baru ingat kalau di Bali sedang ada Pekan Kesenian Bali 2018. Jadi PKB itu event tahunan di Bali yang diadakan tiap setahun sekali. Beruntung banget gue pas di sana ada event itu. FYI, opening PKB dibuka oleh Pak Presiden Jokowi. Event ini diadakan di Art Centre Bali. Ada beberapa stage di sana tapi main stagenya di Panggung Ardha Candra. Gue dari hotel ke Art Centre naik grab Rp 41.000,- beruntung drivernya ramah buanget jadi waktu perjalanan beliau juga kasih info. Sampai di Art Centre ternyata eventnya tidak berbayar alias gratis. Kira-kira pukul 19.45 gue sampai ternyata di main stagenya udah ruameeeeeeee banget, kita sampai bingung mau duduk sebelah mana. Tapi untung ada bapak crew baik hati mengantarkan kami untuk duduk. Waktu di sana temanya tentang gamelan jadi ada festival gamelan dari dua komunitas tapi juga ada tari-tarian yang khas Bali banget. Selepas itu kita keliling di Art Centre. Ada juga festival produk dari umkm Bali di situ. Ke belakang sedikit ada pasar malem Bali yang menurut saya lebih tertata dan lebih bersih dari pasar malam yang pernah gue datangin. Kalau mau beli oleh-oleh langsung bisa tinggal pinter-pinternya nawar. Tapi gue sih besok aja, takut kalap belanja. Hari masih panjang cuy hahha… Pokoknya ga rugi deh datang ke Pekan Kesenian Bali. Dimulai dari Juni akhir samapi Juli akhir, sepertinya banyak event di bulan ini. Part selanjutnya bakal gue ceritain event lain saat gue di Bali.










Sekitar jam 11 kami keluar area untuk cari makan. Karena teman gue ada yang muslim, jadi kita cari makanan yang gaada kandungan babi. Ketemulah warung nasi goreng jawa di sekitar Art Centre. Porsi lumayanlah untuk makan malam dengan harga Rp 13.000,- dibungkus, bawa pulang karena udah larut malam. Baliknya ngegrab lagi, malah ditolak. Order grab aja ditolak apalagi order yang lain. Halaaaaah…. Dapat grab Art Centre ke hotel Rp 39.000,-  dengan posisi jalan macet karena saat itu di jalan lagi banyak perbaikan. FYI, depan hotel lagi ada proyek pembangunan Trans Studio terbesar se-Asia Tenggara. Wah semoga terealisasi dengan baik ya. Pasti pada mikir, kok ngegrab mulu sih, gaada niatan untuk ikut tour atau sewa motor? Ada ga? Ga pasti lah, gue yang kepedean. Yaps, kami sewa motor setelah sebelumnya cek sewa motor di IG. Kalian kalau sewa motor bisa hubungi @VanessaRentalMotorBali. Website nya  http://vanessarentalmotor.blogspot.com/2015/08/vanessa-rental-motor.html Di situ udah ada harga yang tertera. Gue sewa motor Beat Fi  Rp 120.000,- (karna 2 hari) + ongkir Rp. 15.000,- Jadi motornya bakal dianterin dan diambil sama karyawan rentalnya kalian tinggal duduk manis. Fasilitasnya selain motor ada helm dan jas hujan di dalamnya. Itu pengalaman explore Bali di hari pertama. Jangan lupa buat baca next part gue. Thank you guys, ditunggu ya update terbaru. Jangan lupa juga share tulisan gue biar banyak orang dapat info explore Bali.

Senin, 16 April 2018

Tips Dua Hari Semalam Backpaker di Semarang

2017 November awal, saya dan kedua teman saya sudah berencana untuk melakukan travelling akhir tahun. Teman saya sebut saja F, baru saja pulang dari berlayar di Amerika. Satunya, sebut saja B, kuliah di Jakarta, eh Depok ya jangan ngaku-ngaku deh lu. Actually kami berempat tapi satu teman kami, cewek, masih sibuk sebagai hotelier. Yaudah lah kita tetap lanjut untuk travelling bertiga. Rencana awal kita mau ke Malang, but jadwal liburku belum pasti jadi memilih untuk ke kota sebelah dalam satu Provinsi. Semarang. Kota yang lumayan tak jauh dari Solo ini menjadi destinasi kami.

November akhir kami mulai prepare yang diperlukan untuk travelling di Semarang. Hotel, akomodasi, makan, dsb, dst, dll. Kami pantau harga hotel dari beberapa website dan aplikasi penyedia jasa hotel. Pilihan tertuju kepada Traveloka dan Pegi-pegi. Sortir lagi dan lagi. Bandingkan harga dan hotel yang tersedia. New Metro hotel yang akan kami tuju. Tunggu keputusan si cewek. Si cewek batal. Cek hotel, udah sold out semua kamar. Maklum. Kami mau ke sana tanggal 25-26 Desember. Cari hotel lain. Opsinya di tengah kota, Simpang Lima, atau Kota Tua. Dapatlah!!! 




-Omah Seroja-

Dari namanya kita pasti sudah menebak itu bukan hotel tapi hanya rumah singgah or guesthouse. Karena pilihannya hanya beberapa dan yang masuk kriteria akses mudah hingga kami pilih Omah Seroja. Untuk akses lumayan mudah dijangkau apalagi kita menggunakan transport online. Tempatnya yang strategis meskipun tidak di pinggir jalan langsung tapi mudah kok carinya. Dari Simpang Lima ke arah Transmart, Depan Transmart ada gang masuk dikit. Parkiran sih ga gede-gede amat ya. Wifi? Ada, tapi kami pilih di 3 Bed jadinya kamar kami di lantai 3. Suasana? Sepi dan Nyaman kok. Berasa di kosan elit. Bener? Iya! But, dari lantai 3 kelihatan view semarang yang berbukit dan amaze kalo malem. TV? Ada, lokalan. AC? Dingin Banget. Bathroom? Lumayan, lumayan tergenang kalo mandi kalian satu ember langsung. Jadinya kek kolam renang. Tapi sayangnya selimut di king bed cuma 1 jadi 1 nya kudu kedinginan atau kepanasan. Hahaha untung bukan gue.

lagi liat tv lokalan
ni dalemnya, comfort sih, abaikan kue hari jadi gue.
balkon lantai 3, abaikan lingkaran malaikat di atas kepala gue

Lanjut awal trip. 25 Desember hari raya gue jadi gue bisa berangkat ke semarang rada siangan. Jam 12 dari Terminal Tirtonadi. Kenapa naik bus? Akses ke semarang bisa naik kereta loh kak? Karena kereta Solo-Semarang cuma sekali doang beroperasinya, jam 5 pagi. Kalau naik pesawat ya kali Solo-Semarang Cuma satu tarikan napas udah nyampai. Kalau naik bis bisa jam berapa saja. *SMH 😠

Kondisi dalam bus

Kami dapet bus sekitar jam 1 dan ada 2 opsi bus yang kita bisa pilih. Kita coba masuk bus pertama, dirasa kurang cocok karena rada kumuh dan AC ga terlalu dingin. Move on. Ada bus Eka. Busnya bersih, kernet ramah, AC dingin, dan ga terlalu ugal-ugalan. Plus dapat air minum botol tanggung. Pepatah Malu bertanya sesat di jalan emang bener. Kalian jangan segan tanya tujuan kalian ke kernet bus. Jalan Macet, waktu  mundur. Gapapalah, maklum, tanggal merah, long holiday. Kami turun di depan Univ. Islam Sultan Agung dan melanjutkan perjalanan dengan BRT. Tujuan pertama kami Kota Lama Semarang. Kami habiskan sunset di sana.

-Kota Lama Semarang-

Sekitar pukul 4 sore kami habiskan dengan keliling wilayah Kota Lima Semarang. Biaya? Gratis.😚  Kalian akan merasakan suasana yang old. Banyak spot foto yang kalian bisa ambil. Kalau kurang bisa masuk ke museum Trick Art. Bayar tapi. Di samping Taman Sri Gunting ada pasar barang-barang antik yang bisa kalian beli untuk oleh-oleh. Kalian bisa menikmati makanan di sekitarnya. Jika dibandingkan dengan Kota Lama Jakarta memang lebih luas di Jakarta tapi di Semarang juga ga kalah seru kok. Bisa kalian coba. Setelah hampir jam 7 kami cari transport online untuk ke hotel.

gue lagi nunggu abang bakso

JANGAN LIHAT ATAS GUE, gaada apa-apanya

Kesampaian juga foto sama ikon kota lama


-Simpang Lima Semarang-

Setelah balik hotel, istirahat, makan, minum, lanjut ke Simpang Lima Semarang. Jalan kaki, deket kok.  Kalian bisa naik becak lampu untuk mengelilinginya. Bisa juga menikmati kuliner di warung-warung ang telah tertata rapi di sana. Atau bahkan Cuma sekedar killing time sambil tiduran melihat bintang di tengah-tengah lapangan Simpang Lima. Saya hanya menikmati sosis bakar dan minum es teh sambil menunggu bintang jatuh dan berharap adanya putri tidur dan bangun dihadapanku. Halu…bangun woy lu Cuma sobat mizqyn!!!Tahu Gimbal makanan yang wajib dicoba di semarang. Ini asli enak buangettt!!! Karena udah malem dan bingung cari makan di mana, sekitaran jalan menuju Transmart ada banyak pedagang kaki lima. 👅Saran:  gunakan bahasa Jawa dan sok kenal sok deket bar harganya murah👅. Belum  bisa bahasa Jawa? Belajar dikit-dikit dari sekarang. Haha maksa😆😤😳

gue gaada stok foto tapi gue tergoda sama istana ini yang isinya oleh-oleh semua.

-Tahu Gimbal dan Es Cong Lik-

Gue bungkus tuh tahu gimbalnya biar bisa sambil kelesotan di lantai kamar. Mampir Alfama*t beli minum dan tergoda spaghetti. Beli! Mati lu makan gue banyak...Lihat Gmaps ternyata depan warung ada es legendaris. Es Cong Lik namanya. Cong Lik ya. 💀C-O-N-G-L-I-K💀 Konon udah 30 tahunan berdiri. But, waktu mau coba tinggal Es Durian dan harus nunggu setengah jam. Pupus. Keburu capek. Someday ke sana kudu cobain ini es. Fotonya mana Kak? Biar kalian penasaran lihat dan cobain sendiri ya. Padal ini alibi gue karna ga sempet ngefotoin😁


-Leker Paimo-


Penasaran banget sama leker legendaris ini. Tapi mikir kalau dateng langung ke tempatnya bakalan wasting time banget. Kami memutuskan pesan dengan go-food. Jam 10 titik enol-enol tepat saat di hotel. Kami langsung order beberapa variasi leker. Abang go-food untuk ngewanti-wanti bakalan lama nih. Oke kita memutuskan untuk check out hotel sambil ke Kampung Pelangi pake Go-car. Tadi gue order leker buat di kirim ke Lawang Sewu karna gue yakin tuh bakal dua jam antrinya.

bukan pesenan gue doang ya...


-Kampung Pelangi-

Kampung Pelangi terletak di dekat Lawang Sewu. Gue mau bilang utara, selatan, barat, atau timur tapi bingung itu arah mana yang bener. Pokoknya deket situ lah. Di depan Kampung Sewu banyak yang jualan bunga semacam pasar kembang gitu. Ada Bus Keliling kota juga yang gratis tapi naiknya jam-jam tertentu. Masuknya gratis? Morfologi tanah di sini bagus jadi kek naik turun gitu lokasi rumahnya dan warna yang beragam. Bagus kok kalau foto dari bawah kalau dari atas menurut gue kurang greget aja. Kalian juga bisa mampir ke warung makan warga di atas-atas kampung. Itu baru jam 10 tapi panasnya kek lihat mantan lu gandengan ama temen lu sendiri. Ga terlalu lama kita di situ karna ga kuat panasnya broh. Kita lanjut nyemil bentar dan lanjut ke Lawang Sewu. Sebelum masuk kita tunggu dulu tuh leker belum nongol juga. Di maps ga gerak juga. Abangnya ketiduran kali ya? Eh engga. Udah jam 11.30an lekernya dateng. Bener kan kata gue hampir dua jam! Tapi sayang lekernya udah berkerut tapi tastenya masih enak kok. Rada ga nyesel.

mendung tak berarti hujan, pelangi tak berarti LGBT

-Lawang Sewu-

Antrinya panjang karna long weekend jadi jangan nyerobot. Masuk ke dalem. Its my first time. Ada yang lagi main akustik ala-ala jaman Belanda gitu jadi kerasa banget kesannya. Di situ kita bisa belajar gimana dulu perkeretaapian Indonesia. Ada beberapa lorong yang memang ditutup. Terlepas dari kisah horornya tapi bangunannya keren banget. Satu pertanyaan gue, coba hitung pintungya di sana ada seribu ga?💁 ga perlu panjang lebar gue cerita karena tempat ini udah famous. klean baca ndiri ye di sini https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu

gue sampe sini beneran, ga hoax!

-Grand Maerakaca-

Selesai dari Lawang Sewu kita bingung mau kemana. Pantai? Ga terlalu excited sih, kalau di Karimun ya gue jabanin. Akhirnya nemu destinasi lain. Grand Maerakaca. Tau tempatnya? Enggalah, tinggal pesen aja Go-car. Jadi, Grand Maerakaca itu semacam TMII tapi cuma daerah-daerah yang ada di Jawa Tengah. Ga perlu keliling dari daerah satu ke yang lain di Jawa Tengah hanya kunjungi tempat ini dalam beberapa jam pasti udah dikira keliling Jawa Tengah. Keliling tempat ini juga ga secapek di TMII jadi selow ae. Ada satu wahana baru yang ada di tempat ini. Hutan Bakau atau Hutan Mangrove. Ada jembatan kayu yang menghubungkan pulau-pulau kecil dan melewati tengah hutan bakau. Berasa sejuk dan asri buanget tempatnya. Kalian juga bisa menaiki perahu sampan tapi jangan takut karena kita tidak dilengkapi dengan jaket pelampung dan harus tetap menjaga keseimbangan. Gue kurang tau durasi menggunakan perahu tersebut berapa lama tapi dulu gue naiknya lama bingit. Kalau kalian pada takut mendayung perahu sendiri, kalian bisa naik perahu yang besar dengan kapasitas lebih banyak dengan tenaga mesin. Perahu itu akan mengitari hutan bakau sekitar tempat wisata. Kalau laper bisa makan di restoran yang ada di atas jembatan sungai hutan bakau. Ada beberapa gugusan pulau buatan yang menyerupai  pulau aslinya yang bisa kalian kunjungi di sini. Setelah bermain puas di tempat ini kalian bisa mampir ke kampung laut buat makan. Tapi gue cari yang khas dari Semarang, lihat di go-food muncullah Ayam Geprak Nori. Lokasinya sekitaran Puri Anjasmoro juga sih bisa di tempuh pakai Go-Car. Keunikan Ayam Geprak Nori dari sambalnya sih menurut gue, beda aja dari sambal yang lain. Khususnya ada madu di sambalnya.🙌

ye.... sampai karimun. padal cuma replika.

di atas perahu layar ing dino minggu dek pariwisata. malah nyanyi.
sendirian aja bang?

-Pulang-

Setelah selesai makan, kami menuju ke Terminal Sukun untuk pulang ke Solo. Gue nunggu bus yang sama, Eka. Tapi mbak Eka gak muncul-muncul dan waktu udah mulai petang. Naik bus lain. Ternyata zonk. Gue kudu pindah-pindah tempat duduk sampai 3x karna tempat duduknya ga nyaman. So, kudu liat cover juga nih kalau mau naik bus. Sampai Solo pukul 8 malem.Jadi itu pengalaman travelling gue dua hari semalam di Semarang yang bisa kalian jadiin referensi. Oh lupa. Pada ngebatin kan biaya yang gue keluarin? Nih gue kasih detailnya.


Bus (Pergi) : 30.000

Bus (Pulang):  35.000 Gatau kenapa lebih mahal. Kalo tahu bisa komen ya

Sewa Kamera : 60.000/ Orang, ini lensanya doang, gue bawa kameranya aja.

Hotel: 100.000/ orang, uang sisanya buat top up Go-Pay

BRT: 7.000, dari Universitas Islam Sultan Agung dan pulangnya dari halte apa gue lupa ke Terminal Sukun jadi sekai jalan 3.500

Leker : 12.000

Tiket Lawang Sewu : 10.000/orang

Tiket ke Grand Maerakaca : 10.000/orang

Naik Perahu : 10.000/orang

Tahu Gimbal : 15.000

Spaghetti : 7.500

Minum : 8.000

Ayam Geprak Nori : 19.000

Toilet: 2.000 ini toilet di Grand Maerakaca

Sosis + es teh : 15.000


Totalnya 350.500 kurang lebih. Bisa buat patokan kalian. Nih duit bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kehedonan kalian seperti apa.

Jangan Lupa Baca catatan blog gue ya lain ya. Thank you….😚😙


Senin, 05 Maret 2018

Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP) 2018 Provinsi Jawa Tengah #1 SELEKSI

Saya akan menceritakan bagaimana proses seleksi Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda atau disingkat PKKP. Program ini dibentuk oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Dahulu awalnya bernama Sarjana Penggerak Pedesaan. Tahun 2015 menjadi PKKP. Informasi lebih lanjut tentang PKKP bisa dilihat di link berikut

Saya melihat informasi tentang rekruitmen ini dari media sosial, Instagram lebih tepatnya. Sebenarnya posisi saya sudah bekerja di salah satu English course terkenal di Solo. Tapi karena passion saya bekerja di lapangan dan melayani masyarakat maka saya memberanikan diri untuk apply lowongan ini. Calon peserta PKKP harus mendaftarkan diri dahulu ke website di atas. Jumlah peserta juga dibatasi yakni 1400 orang. Durasi pendaftaran hanya kurang lebih 5 hari. Itupun juga sudah termasuk pengiriman berkasnya. Bayangkan dengan waktu sesingkat itu kita harus berpacu dengan waktu dan aktivitas lain. Drama ini, lupakan.
Beruntungnya saya, ketika mendaftar di hari pertama dan malam hari sehingga website tidak error. Hari Jumat, saya langsung bergegas mengumpulkan berkas sebagai syarat apply  PKKP, khususnya ke kelurahan. Berkasnya apa saja? Bisa dilihat di tautan atas tadi ya. setelah semua terkumpul, Jumat sore saya langsung kirim ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Pariwisata Klaten. Saya kirim via pos karna saya masih bekerja jadi tidak memungkinkan untuk ke Klaten. Sambil harap-harap cemas saya menunggu pengumuman tanggal 6 Februari atau sekitar seminggu setelah penutupan pendaftaran dan pengiriman berkas. Hari Senin jam 16.00 saya mendapatkan SMS dari panitia PKKP wilayah Klaten jika salah satu berkas saya salah. Berkas yang diminta harusnya Surat Keterangan Belum Menikah dari Lurah bukan Surat Pernyataan dan dikumpulkan besok sebelum jam 12 siang. Karena waktu sudah mepet dengan jam tutup kelurahan, saya memutuskan mencarinya esok hari. Keesokan harinya, jam 7.00, kelurahan belum buka, saya ketok pintu rumah dinas Pak Lurah. Maaf ini kurang sopan, tapi Pak Lurah memahami keadaannya. Thank you so much Pak. Setelah dapat yang saya butuhkan langsung saya lari ke kantor pos. Maksudnya naik motor.7.30 langsung saya masukkan amplop coklat berisi berkas susulan untuk langsung dikirim ke Klaten jam sebelum jam 12 siang. 
Beberapa hari setelahnya, setibanya saya di rumah setelah pulang kantor. Saya melihat amplop coklat dengan  tulisan "DITOLAK" dimana saya tidak asing dengan amplop itu. Ternyata benar berkas saya ditolak PKKP. Otomatis saya melupakanmu wahai PKKP karena kau telah mempupuskan harapanku. Haiyah wafer...
Tapi, rencana Tuhan begitu ajib, eh ajaib, eh sama aja deh intinya Tuhan baik. Salah seorang teman kuliah saya memberi kabar bahwa saya lolos seleksi administrasi dan wajib mengikuti test tertulis dan interview di Pusdiklat BKK Semarang. Saya belum yakin saat itu, lah berkas aja dikembalikan masak iya lolos. Setelah dicek, ya benar lolos. Kurang lebih ada waktu seminggu untuk belajar materi test tulis. Kalo interview? Otodidak aja deh. Materi test tulis juga sudah dibocorkan oleh websitenya sendiri. Loh kok bisa? Iya karna ini ga masuk mata pelajaran. Materinya UU No. 40 tahun 2009, kemudian visi misi PKKP, dan teori PRA. 
Pada test tertulis dan intervie dibagi menjadi 3 gelombang, 1 gelombang per hari. 1 gelombang diikuti 350 orang dari beberapa kabupaten. Soal tertulis ada 30 soal dengan durasi 45 menit. Gampang? 
Setelah test tertulis dilanjutkan interview yang dibagi menjadi 10 kelompok dengan 1/2 orang interviewer. Pengalaman saya sih ditanyain tentang keaktifan kita di organisasi dan jiwa wirausaha kita. Kemudian apa yang akan dilakukan setelah penerjunan nantinya. Interviewnya kurang lebih 5 menit. Rasanya?

Pasrah....

Beberapa hari kemudian saya tak menyangka hasilnya saya lolos, jadi dari 1400 orang dengan hasil final 200 orang. Semua peserta yang lolos diwajibkan mengikuti pelatihan selama 3 hari di Semarang. Lalu apa yang saya dan tim kerjakan setelah penerjunan? Tunggu di blog saya selanjutnya...🙌🙋

Minggu, 27 Agustus 2017

Catatan Beach Camp #2 Pantai Sanglen

Privat Beach

Setelah saya menceritakan tentang pengalaman pertama saya beach camp saya akan menceritakan pengalaman kedua saya. Sebelumnya adalah Pantai Seruni, kali ini adalah Pantai Sanglen. Sebelum kami melakukan perjalanan ke pantai ini, kami harus melakukan riset di ointernet. Jangan sampai kejadian sebelumnya kembali terulang (Pantai Seruni memiliki lancadan untuk helikopter ternyata itu Pantai Seruni di Sulawesi bukan di Gunung Kidul) hahaha….

Pantai Sanglen terletak di kawasan Gunung Kidul juga, sama seperti Pantai Seruni. Hanya yang membedakan adalah pantai ini terletak di sebelah Pantai Watu Kodok. Ketika kalian melewati gerbang menuju pantai dari arah Pantai Baron ke arah Pantai Indrayanti, akan melihat tulisan Pantai Watu Kodok di sisi kanan jalan. Setelah kalian mengikutinya, akan melewati gapura bertuliskan Pantai Watu Kodok. Jika ke Pantai Watu Kodok belok ke kiri maka ke Pantai Sanglen lurus. Jalannya juga tidak terlalu jauh dan ekstrem. Untuk tempat parkir sama seperti Seruni yakni di atas tebing. Waktu itu saya dan team membawa dua mobil. Cukup kok tempat parkirnya. Bahkan waktu saya mau pulang ternyata di tempat parkir ada empat mobil. Waktu itu pantai lumayan masih sepi, tapi fasilitasnya sudah cukup lengkap. Karakteristik pantai ini adalah area pasir yang luas dan ditumbuhi banyak pohon pantai yang berakar. Tidak seperti Seruni yang memiliki batuan besar dan bisa kita panjat, di Pantai Sanglen banyak kita jumpai tanaman yang berbatang kuat jadi bisa kita pakai untuk tempat hammock. Pantai Sanglen juga lebih rindang dan teduh. Saat kami sampai pada jam maghrib, pantai masih terlihat sepi. Hanya ada tenda kami dan dua tenda lain. Nenek dan Kakek yang menjaga juga sudah dangat sepuh. Semoga masih sehat sampai sekarang ya Kek, Nek…. Beliau juga sangat ramah sekali, bahasa yang digunakan juga Bahasa Jawa Krama. Jadi yang ga bisa bahasa Jawa suruh translate temennya yang bisa. Kami juga sempet berbagi makanan. Jika kalian kehabisan makanan juga tak perlu khawatir karena di warung nenek menyediakan mie dan nasi kok. Kalau mau bikin api unggun juga bisa. Tapi bilang ke kakek rada keras ya volumenya soalnya pendengaran kakek sudah tidak dapat mendengar suara dengan jelas. Kakek juga sangat ramah jika ombak mulai besar, kami diingatkan. Selain itu, kakek juga memberikan saran tempat yang bisa didirikan tenda. Malam semakin larut dan kami mulai menyiapkan api untuk membuat makan. Sangat disayangkan kami tidak dapat menikmati sore di Pantai Sanglen karena terlalu malam sampai di tempat tersebut. Selain mendirikan tenda, kami juga mendirikan hammock. Cuaca di sini juga sangat cerah jadi bisa melihat bintang dengan jelas, tapi harus turun dulu di dekat bibir pantai. Sekitar jam sepuluh malam biasanya pantai akan pasang dan ombak akan naik dengan tingginya. Namun tak perlu khawatir lagi karena kakek dapat menenangkannya kok. Waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi, saya tiduran di hammock dan tak sadar saya sudah tidur di atas hammock. Udara malam itu sangat dingin, sekitar jam setengah 4 saya memutuskan tidur di tenda.

depan kamar mandi hahaa



main bola sendirian karna ga ada pengunjung lain

liat, sepi kan

 







muka bantal karna baru bangun tidur dan penampakan tenda kami




Pagi pun tiba, saya lihat pantai masih sepi, dan tidak terlihat kerumunan orang bermain air. Saya merasakan seperti pantai pribadi. Saya lihat kiri, kanan, depan, belakang tak nampak sebatang hidung pun selain saya. Ombak di pantai ini juga besar pada pagi hari. Namun kakek tetap memberi saran pada kami untuk berenang di ujung pantai. Karena di ujung pantai terdapat banyak karang pemecah ombak jadi tidak terlalu berbahaya meskipun kita juga harus tetap waspada. Dari ujung pantai kami dapat melihat tebing-tebing yang menjulang tinggi tapi sayang tidak dapat dipanjat. Beberapa jam setelah kami bermain air, kami berbilas. Fasilitas kamar mandi yang disediakan juga hampir sama seperti Pantai Seruni, tetapi tidak lebih banyak dari Pantai Seruni. Jadi harap Antri! Tidak sabar, saya memutuskan untuk mandi di bawah shower, eh... pancuran air yang berasal dari mata air. Memang itu yang disarankan anak kakek penjaga. Hahaha

kek di hutan pinus kan

bukit samping pantai

my super team
Setelah beberapa saat beristirahat kami mulai membereskan tenda. Oiya kalo camping di pantai ini bayar juga ya. Tapi saya lupa berapa bayarnya. Waktu saya kesini sih murah ya karena belum ada campur tangan pemerintah untuk membangun pantai. Semua murni dari kakek, nenek, dan anak-anaknya, dan warga kampung. Nanti di cerita beach camp selanjutnya saya akan saya kasih tau biaya terbarunya. Kami beristirahat sejenak di warung atas tebing sambil menikmati satu buah kelapa muda. Saya juga di kasih tahu oleh ibu penjaga warung bahwa di tebing ada taman yang masih di bangun. Karena penasaran saya tengok. Benar saja pemandangan indah saya lihat dari atas sini. Samudera luas dapat terlihat dengan jelas dan memang taman masih di bangun. Pantai ini juga recommended bagi kalian yang akan melakukan beach camp. Kapan? Segerakan!!!